Orado Kota Kediri Resmi Dilantik, Bidik Atlet Domino dari Kalangan Pelajar

Kediri – Pengurus Cabang Olahraga Domino (Orado) Kota Kediri resmi dilantik sebagai langkah memperkuat pembinaan atlet sekaligus memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga prestasi.

Pengurus baru didorong untuk menghadirkan inovasi agar olahraga ini semakin dikenal, khususnya di kalangan generasi muda dan pelajar. Pelantikan digelar di Republik Dendy Cafe pada Sabtu (24/10).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan, pelantikan pengurus ini memiliki amanah untuk memfasilitasi atlet dan mengembangkan potensi olahraga domino di Kota Kediri.

Menurutnya, pengurus perlu memikirkan strategi untuk menarik minat anak-anak muda, mulai dari jenjang SD hingga SMP, agar mengenal domino sebagai cabang olahraga yang dapat ditekuni secara serius.

“Domino ini biasanya dikenal masyarakat dimainkan di pos kamling dan lain sebagainya. Namun, yang perlu dipikirkan bagaimana anak-anak muda kita mulai dari jenjang SD, SMP bisa mengetahui cabang olahraga domino. Sekaligus, yang punya potensi harus bisa difasilitasi oleh pengurus,” ujar Vinanda.

Ia berharap pembinaan yang dilakukan mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.

Vinanda juga mengaku tertarik setelah mencoba bermain domino. Menurutnya, olahraga ini cukup menarik dan berpotensi dipelajari oleh berbagai kalangan.

“Saya baru main pertama kali, baru dua kali ternyata bisa ngalahin Pak Ketua. Mungkin nanti bisa diriku jadi atletnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengcab Orado Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum bagi pengurus untuk memperluas sosialisasi olahraga domino sekaligus membangun prestasi atlet daerah.

Ia menyebut Orado baru diresmikan oleh KONI Pusat pada Januari 2026. Karena itu, kepengurusan di tingkat kota mulai menyiapkan langkah pembinaan, termasuk menjaring atlet dari kalangan pelajar.

“Momentum ini memperjelas bahwa kegiatan ini menjadi kegiatan yang resmi. Tentu kita bisa membangun kekuatan atlet-atlet, terutama di tingkatan pelajar,” kata Imam.

Menurutnya, kelompok usia pelajar, khususnya SMA dan mahasiswa, menjadi sasaran potensial dalam pembinaan. Hal ini sejalan dengan rencana keikutsertaan Orado dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Olahraga Nasional (PON), yang perlu diikuti dengan persiapan atlet sejak dini.

Untuk mempercepat sosialisasi, Orado Kota Kediri juga menggelar turnamen RDC Cup yang diikuti 32 tim. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Kediri, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, termasuk Mojokerto dan Madura.

Imam mengatakan, turnamen tersebut menjadi kompetisi pertama yang diselenggarakan secara mandiri oleh Orado Kota Kediri. Sebelumnya, kegiatan domino di Kediri digelar melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak.

Ke depan, pihaknya menargetkan setidaknya satu kegiatan atau turnamen dapat digelar setiap bulan. Langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan Orado kepada masyarakat, memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus meningkatkan kemampuan atlet.

“Kita memang berusaha supaya akselerasi sosialisasi dan penguatan atlet dilakukan dengan memperbanyak turnamen. Kita harapkan tiap bulan minimal akan ada satu event,” jelasnya.

Wakil Bendahara Orado Jawa Timur Natanael Billy turut mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap perkembangan olahraga domino di Kota Kediri. Ia menilai pembentukan klub menjadi salah satu langkah penting agar atlet dapat terakomodasi dan memperoleh pembinaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, Orado juga berencana mendorong kolaborasi dengan sekolah, kampus, hingga kalangan pengusaha untuk memperluas jangkauan pembinaan.

“Domino ini sudah naik kelas. Jadi, kita akan mempersiapkan klub-klub dan atlet-atlet. Mungkin juga akan berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, kampus-kampus, dan pengusaha,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment